Maret 11, 2014

GWS Papa!

Akhirnya saya kembali ngeblog setelah sekian lama. Bukannya lupa sih, hanya waktunya belum sempat. Banyak yang ingin saya tuliskan sebenarnya, terutama tentang pernikahan saya. Yup, I'm a married woman now! Wakwaaaaw! Well anyway,,,,saya ngeblog kali ini tidak dalam keadaan happy sih. Si papa lagi dirawat di RS. Sudah hampir seminggu sakitnya, demam, turun, demam lagi, turun lagi. Kita kira DB kan ya, karena 2 minggu lalu kita baru kebanjiran. Setelah cek ini itu, hasilnya negatif. Kata dokter lelah yang terlalu berlebihan. Hmm...terdengar masuk akal karena si papa kalau sudah beres2 rumah, beuuuh... gak kenal waktu. Belum kinclong, belum berhenti. Setelah 6 hari membandel tidak mau dirawat akhirnya hari ini menyerah juga karena sudah kepalang lemas. Alhasil malam ini saya menginap di RS. Si papa sih maunya mama yang jaga. Tapi saya bilang jangan, karena si mama sudah ga tidur 2 mlm karena si papa demam terus. Jadi saya suruh si mama pulang supaya tidur dulu baru besok gantian jaga. Berhubung nih RS rameeeee bgt, dapetlah kita di kamar kelas 2A, alias kelas 3 sekamar berenam. Rameeee booook!!! Tapi mau bagaimana lagi karena kamar yang tersisa hanya kelas SUIT yg semalamnya melebihi hotel bintang 4. Alamak!!! Si papa dapet ranjang di tengah, kanan kirinya.berisiknya minta ampun T.T. Saya aja yang sehat bilang ini berisik banget, apalagi orang sakit...Huhuhu, kasian si papa... Mudah-mudahan penyakit si papa segera diketahui dokter, jadi si papa bisa cepet sehat, pulang dan beraktifitas kayak biasa lagi. Get well soon, papa :*

September 27, 2013

H-8

Nervous, yet excited...



Yes, it's H-8 to our first Holy Matrimony.

Karena saya dan Awi beda agama, kami memutuskan untuk melakukan pemberkatan dua kali. Pertama di vihara dan kedua di gereja. Nah, selang waktu untuk kedua acara itu cukup lama, hampir sekitar 2 bulan.
Jadi acara pemberkatan di vihara ini akan bareng dengan acara sangjit pagi harinya. Sementara pemberkatan di gereja nanti akan bersamaan harinya dengan the W-Day itu sendiri. Karena selang waktu yang cukup lama tadi, alhasil kita belum punya undangan dong buat ngundang di vihara. Akhirnya buat private event deh di FB.

Lagi-lagi karena alasan selang waktu acaranya cukup lama dan ini pemberkatan di vihara pula, jadi bingung mau ngundang siapa aja. Hm.. setelah memilah-milah, saya memutuskan mengundang kurang dari 20 orang temen saya dan mereka yang memang udah tau saya mau nikah di vihara.

H-8 itu rasanya.... Gak berasa apa-apa juga sih,,biasa aja.. hahaha. Cuma sibuk wara-wiri beli ini-itu, ngurus ini-itu. Yang paling menyita segala-galanya sih persiapan sangjit itu sendiri. Kalau pemberkatannya udah tinggal nunggu beres dari pengurus vihara.. hahaha..

Yang rasanya agak aneh kalo pemberkatan dua kali dan selang waktunya lama itu adalah, udah resmi jadi pasutri belum sih? Hahaha.. Secara ya, kita udah sah secara agama dan hukum nih (karena kita capil juga di vihara), tapi nanti masih nikah lagi... hyahahaha... Awi sih yang selalu nanya kayak gitu. Dan jawaban saya, yah setengah resmi kali.. hihihi.. Yang pasti mau resmi atau setengah resmi, yah you've already  taken.. LOL.

Apa yah rasanya jadi istri orang? Pertanyaan klise sih, tapi pengen tau aja. Mungkin rasanya sama aja kali ya, toh matahari tetap dari timur ke barat, tetep butuh oksigen buat napas, dan dunia masih tetap berputar, haha.. Yang beda pasti statusnya, jadi istri orang, menikah.

Beberapa temen suka nanya, "udah yakin mau nikah?" Dan saya selalu menjawab dengan bercanda, "yah,, terlanjur.. Terlanjur punya pacar, terlanjur siapin ini itu, terlanjur lamaran,," hahaha.. Sebenernya kalo mau ditanya yakin atau ga, siap atau gak, jawabnya susah ya. Dibilang yakin dan siap 100% pun mungkin gak, tapi dibilang ga yakin dan ga siap pun yah harus yakin dan siap. Nah lho, gimana itu...

Like flowing water, jalanin aja dulu.. :)

*ini undangan yang kita pake buat event di fb :* 

:)

*pic from goole image

September 01, 2013

What Doesn't Kill You, Make You Stronger

"There's always something good in every bad situation, so nothing I can say more than thank you"


Kamis lalu, tanggal 29 Agustus 2013, saya mengalami - sebut saja- kecelakaan. Saya dan beberapa orang teman memang dikirim oleh kantor untuk acara bazzaar yang diadakan kantor kami di Mall Paragon, Semarang. Kami tiba di Semarang sejak hari Selasa, 27 Agustus 2013 pagi. Dari pagi sampai sore kami habiskan untuk store visit lalu malam hingga pagi esok harinya kami habiskan untuk menyiapkan bazaar yang akan berlangsung mulai Rabu, 28 Agustus 2013. Badan lelah, mata mengantuk karena semalaman itu berarti kami tidak tidur sama sekali. Bazzaar hari pertama berlangsung dengan cukup sukses walau memang masih banyak yang harus ditambal sana-sini.

Rabu malam menuju hari Kamis, kami akhirnya dapat kesempatan tidur. Di kasur hotel yang cukup empuk dengan ruangan yang juga sejuk dan badan yang sudah sangat amat lelah, harusnya saya bisa dengan mudah terlelap, tapi ternyata tidak. Haiiiss... Beberapa kali saya terjaga dan itu menyebalkan. Tapi lumayanlah bisa sedikit mengobati rasa lelah, walau tidak terpuaskan.

Kamis pagi, setelah sarapan, kami memutuskan untuk menuju Mall terlebih dahulu untuk membantu menyiapkan barang, display, dll. Setelah melihat barang-barang, saya dibantu seorang ArCo (Area Coordinator), sebut saja namanya R, membereskan barang-barang indent kami. Barang-barang indent itu maksudnya sandal-sandal jepit yang terbuat dari bahan EVA ataupun Microlon. Kebetulan memang barang ini laris diserbu pembeli di hari pertama, jadi kami berdua mendisplay lagi stok yang ada. Display barang-barang indent ini memang beda dari sepatu atau sendal lainnya. Mereka digantungkan pada hook yang terbuat dari besi. Yang jika mau digeser saja, beratnya bukan main.

Berhubung stok yang sedang kami display habis, maka saya pun berinisiatif bangun dari tempat saya duduk ke tempat stok lainnya. Tiba-tiba tidak lama setelah saya berdiri dan jalan, saya mendengar suara orang-orang berteriak, "Awas, rubuh!" Spontan saya menengok, lalu,, gelap.

Ternyata, gak ada angin gak ada badai, gapura kayu yang menutupi panggung belakang bazzaar kami rubuh. Besarnya lumayanlah, ada sekitar 3,5x5 meter. Dan itu dengan tepatnya rubuh menimpa saya, sodara-sodara. Hadeuuuh... Sebenernya saat dunia menjadi gelap, saya masih tidak begitu menyadari kalau saya yang tertimpa cukup parah. Saya masih memikirkan nasib si R karena dia yang ada di tengah-tengah area. (Ternyata si R tidak kena apa-apa dan baik-baik saja). Tetapi ketika gapura itu mulai diangkat dan seorang teman menghampiri saya dan menanyakan saya bisa bangun atau tidak, ternyata,, saya tidak bisa bangun T.T Hiiikkss... Itu kali pertama saya merasa dunia berputar dan badan tidak mau nurut dengan perintah otak. Dan rasa sakit yang amat sangat pun melanda.

Setelah akhirnya beberapa lama terdiam saya berhasil bangun dengan sempoyongan. Oleh EO bersama beberapa teman, saya dibawa ke rumah sakit terdekat. (Yang pada akhirnya tidak membantu). Sore harinya memang jadwal kami untuk pulang ke Jakarta. Di bandara saya baru memberitahu orang rumah tentang kecelakaan yang terjadi.Setelah delay beberapa jam, akhirnya kami terbang kembali ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta, saya langsung dijemput orang rumah dan dibawa ke Sinshe langganan.

Kondisi saya Kamis sore itu adalah kepala sakit bukan main, leher tidak bisa nengok, bahu sakit, -maaf- pantat pun sakit. Sesampai di sinshe saya langsung dibekam di bagian leher. Hasilnya merah2 seperti buah anggur. Haiiisss... Jangan tanya apa saya bisa tidur, karena jawabannya TIDAK!

Jumat pagi akhirnya saya ke rumah sakit untuk berobat dengan dokter saraf supaya bisa CT Scan, rontgen tulang leher dan kepala. Thanks God, hasilnya ok. Gak ada tulang yang patah atau retak, gak ada pendarahan di dalam. Hasilnya hanya lebam-lebam dan benjol di hampir semua bagian kepala, ketengangan leher dan bahu yang cukup parah, dan lebam-lebam di dada, bahu dan anggota tubuh lainnya. Fuiihh... Lega.

Saya masih yakin bahwa saya sangat beruntung dan sangat bersyukur untuk itu. Kalau memang lagi mau sial, saya percaya kita gak akan bisa lari kemana-mana. Hanya seberapa berat hasilnya, itu yang jadi soal. Saya membayangkan kalau saat itu saya gak bangun dari tempat saya duduk, saya mungkin tertusuk hook-hook besi sandal indent itu (karena besinya runtuh semua). Kalau tertusuk hook besi itu, yah bisa dibayangkan gimana hasilnya saya sekarang. Masih untung saya cuma lebam-lebam, benjol-benjol, gak ada patah tulang atau pendarahan yang berarti.Bisa dibayangin'kan kalau sampai patah tulang, butuh waktu berapa lama untuk recovery? Sementara bulan depan saya sudah pemberkatan. So thankfull for that. Dan untungnya lagi kejadiaannya sekarang, gak seminggu atau beberapa hari sebelum pemberkatan saya. Fiiiiuuhh...

Dari kejadian ini saya benar-benar sadar dan diingatkan kembali bahwa gak ada satupun yang bisa menghancurkan sekaligus melindungi kita selain diri kita sendiri. Mau kita untung atau malang, perbuatan kita sendiri yang menentukan. Bayangkan aja, dari sekian banyak orang yang di sana, kenapa cuma saya yang kena? Berarti memang karma buruk saya berbuah tepat di saat itu. Tapi bayangkan juga bagaimana caranya ketimpa gapura kayu segede itu dan tepat di kepala, saya hanya lebam-lebam saja? Berarti saya masih punya karma baik untuk melindungi saya. Dan saya sangat bersyukur karena itu.


:)

*image from google image

Mei 04, 2013

Sepenggal Kisah Tentang Burung

"Kamu tau gak kenapa burung berkicau di pagi hari?
Karena hampir semua burung gak bisa melihat di malam hari.
Kalau malam, burung itu sebenernya takut.
Mereka cari tempat yang tinggi dan aman.
Dan mereka berkumpul sama seluruh keluarganya.
Makanya kalau pagi datang mereka senang.
Ketemu matahari lagi.
Lalu mereka rayakan dengan berkicau."

"Aku pun maunya seperti itu.
Walau sedikit berbeda dengan burung yang berkumpul dan bersiul karena ketakutan.
Malam hari aku ingin berkumpul dengan keluargaku.
Dan paginya bersiul gembira karena malamnya bisa bersama orang yang kucintai, kamu."

-sepenggal kisah dari seorang pengembara muda-

:)

*pic from google image*

Empty Seat

Udah lama banget gak nge-blog...Wow, tulisan terakhir saya 14 Februari 2012. More than a year ago.. (lalala...)Abisnya selalu aja ada yang membuat saya berhasil gak ngebuka web ini kalo lagi on-line (mulai nge-les). Tapi beneran, sebenernya banyak banget yang  mau saya sharing (berasa punya pembaca aja yee..)
He..he..he.. :) 

Okey, saya mau update beberapa hal dulu. Pertama, pertengahan tahun lalu, dibulan-bulan segini juga, saya dapet promote jabatan.. (woohooo...) Tapi jangan senang dulu, si promote jabatan ini yang malah akhirnya bikin saya gak betah di kantor lama yang berinisial H trus P trus M itu. Nah di awal tahun ini akhirnya saya pindah deh. Di kantor baru yang berlogo anjing itu tuuh... :)

**

Update berikutnya adalah, as most of you know,,, jeng-jeng jeng-jeng,, I'm gonna getting married this year. Yeah, I know you won't believe it. Saya juga masih gak percaya sih kalo saya akan menikah tahun ini. Saya menikah dengan seorang Awi? Beberapa orang menyatakan keterkejutannya ke my-soon-to-be-husband, Awi, dimana mereka gak percaya kalo seorang Awi akan menikah. Jangankan mereka yang temennya, saya aja yang pacarnya dan soon-to-be-his-wife, gak percaya kalo akhirnya dia memutuskan untuk menikah... wkwkwk.

Ngomong-ngomong soal nikah, jujur awalnya saya biasa aja. Setelah proses lamaran, nyari tanggal, nyari tempat, bla bla bla, masih gak berasa apa-apa, (lempar bantal mungkin, baru berasa tuh *grin*). Gak kerasa excited aja. Pun ada temen yang nanya, "udah ngurus apa aja", pasti jawabannya, "belom kok, belum ngapain-ngapain." Dan emang nyatanya belum ngapa-ngapain. Seiring berjalannya waktu, menjelang less than 7 month to the W-Day, saya mulai merasakannya. Excited about the marriage? NO. Saya lebih excited dengan relationship between both of us.

Ngak kerasa udah hampir 5 tahun saya dan dia pacaran. Dibilang lama, gak berasa. Dibilang sebentar, lama juga sih (labil dah.. )  Tapi dari 5 tahun itu, bukan masalah lama atau sebentarnya, tapi lebih ke prosesnya yang menarik. Percaya atau ngak, dari hampir 5 tahun pacaran itu, setiap tahun ada aja masalahnya. Pacaran kita emang agak aneh sih. Ketemu yah jarang, telponan apalagi (I'm not a call person), dua-duanya sibuk sendiri. You named it, every single problem that couple possibly has, we've already experienced it. Kadang saya juga bingung apa yang membuat kami akhirnya tetep aja memutuskan untuk bersama, tapi yaa toh kami masih mencoba berusaha bersama sampai saat ini dan semoga sampai nanti (amin) :)

 Saya masih inget pertemuan pertama kami yang aneh. Proses "penembakan" yang juga aneh. Mana ada cowo nembak cewe berkali-kali, setiap hari, di tengah-tengah kemacetan, naik motor panas-panasan, dipentokin pula dengkul saya ke bajaj (haiyaaaa,,,mana romantisnyaaaa x_x). Dan anehnya sodara-sodara, akhirnya saya terima juga (wkwkwk..wooo). Jadi sebenernya hanya orang aneh yang nerima orang aneh (ha.ha.ha).

Sebenernya yang membuat saya akhirnya memutuskan jatuh cinta sama dia,, (yup, saya memutuskannya) adalah karena tulisan dia bagus. (ha.ha.ha what a reason, yeah i know). Dan saya gak tau deh, dia tau soal ini atau gak. Ya, pastilah ada sifat-sifat lainnya yang menunjang, tapi the truely, deeply reason adalah, karena tulisan dia bagus. Dan saya suka dengan tulisan bagus apalagi orang yang nulisnya. (tell me that's weird, yeah i know).

Mungkin hampir semua cewe suka kalo cowonya ngasih hadiah (apalagi hadiah mewah, iphone 5 gitu ya,,ha.ha.ha). Cewe mana yang gak suka hadiah sih,,semua orang suka hadiah. Tapi diantara hadiah-hadiah itu, yang bisa membuat saya memutuskan jatuh cinta hanya tulisan. Entah mengapa.

Ya, saya begitu suka dengan hadiah tulisan. Karena bagi saya, menulis itu butuh effort yang jauh jauh jauuuuh banget lebih besar dibanding dengan membeli sebuah hadiah barang. Tulisan itu hadiah yang gak bisa dibeli karena dia lahir dari hati dan perasaan. Dan saya selalu merasa jatuh cinta dengan orang yang pandai menulis apalagi kalau tulisannya -yang memang saya tau- ditujukan untuk saya *grin*.

Karena saya selalu percaya bahwa tulisan itu lahir dari hati dan perasaan, makanya saya yakin di sanalah ada kejujuran. Apalagi untuk sebuah hubungan, itu penting. Dan saya juga percaya tulisan itu abadi, apalagi kalo sampe tulisan itu di-publish. Digital era, everybody can read it!! 

Lewat tulisannya itu, saya malah yakin dia memang begitu menyayangi saya dan itu perasaan yang sangat menyenangkan. Andai waktu itu dia tidak menulis, mungkin malah akan lain ceritanya sekarang. Untung dia menulis he.he.he.

"There are alot of empty seat, and i wish you were here." -yours i love the most from the beggining-
 
:)



Februari 14, 2012

It's Valentine's Day

Sebenarnya gak ada yang istimewa dengan hari Valentine saya hari ini.
Yang ada hanya pekerjaan yang membuat saya cukup jengkel dan membuat sisa hari ini begitu menyebalkan.

EEErrrrggghh....

Tapi ada satu hal yang membuat saya bisa nyengir-nyengir juga akhirnya.
Gak sengaja pas lagi bongkar-bongkar file lama, saya menemukan ini.....

Taraaaaaaaaaa.....





Yup,,ini kartu Valentine dari seorang sahabat saya.
Diberikan duluuuuu sekali ketika kamar kos kami hanya terpisah 2 kamar.

Lucu juga sih kalau diinget-inget lagi gimana dulu kami masih satu kos.
Mulai dari makan bareng, beli bantal bareng sampe dikunciin bareng di depan kosan sampe jam 4 pagi. Hyaaaaa.....

Ternyata waktu cepet banget ya berlalu...

Walau sekarang kami udah jauuuuh dan hampir gak pernah ketemu,
tapi ternyata kartu ucapan kayak gini bisa bicara banyak banget.

Bicara tentang sebuah kenangan dari suatu masa...

Dan walau semua juga udah sangat berubah,
tapi kartu ini tetap punya efek yang sama buat saya.
Bisa buat saya cengar-cengir malam-malam.
He..he..he..


Happy Valentine, Tan...
Thanks for the good times we've shared...

:)

Februari 12, 2012

Kamu, Aku


Hari ini bulan genap berputar 42 kali untuk aku dan kamu.
Aku masih ingat binar matamu di senja itu.
Kamu berdiri di hadapanku dan menggenggam kedua tanganku.
"Bilang iya, ya." Begitu celotehmu.
Persentuhan - begitu istilahmu- yang terasa aneh.

Kala itu senja berwarna jingga.
Persis seperti kuning telur.
Mengintip dari sela-sela gorden yang agak terbuka.
"Ya, udah." Balasku ringan.
Komitmen sederhana itu terkepang di antara kata-kata.


Aku jatuh cinta padamu...


*image from google search